Bermain Tetris bisa Sembuhkan Amblyopia?

Ada kabar gembira buat Anda yang gemar bermain game. Baru-baru ini penelitian mengungkapkan bahwa game tetris bisa menjadi terapi kesembuhan bagi penyakit mata amblyopia alias mata malas.

Bermain-Tetris-bisa-Sembuhkan-Amblyopia

Kesimpulan ini didapatkan setelah Tim peneliti dari McGill University di Kanada menemukan bahwa permainan tetris dapat menstimulasi kedua mata untuk melakukan kerja sama lebih baik, seperti dilansir BBC.

Penyakit mata amblyopia terjadi akibat perkembangan abnormal pada salah satu mata. Penderita amblyopia tidak dapat melihat dengan baik karena tidak dapat memandang ke arah yang sama. Sebuah survey di Inggris menyebutkan bahwa penyakit ini dialami satu dari 50 anak di dunia.

Peneliti mengklaim bahwa bermain game tetris dapat membantu kordinasi kedua mata. Penelitian dilakukan dengan meminta 18 orang mengenakan kacamata khusus dan meminta mereka untuk bermain game tetris mengenakan kacamata tersebut selama 4 jam sehari dalam rentang dua minggu.

Hasilnya, terjadi peningkatan kerja sama kedua mata saat melihat ke arah yang sama. Meski membutuhkan penelitian lanjutan, peneliti meyakini bahwa terapi ini dapat memperbesar peluang penderita amblyopia untuk melihat lebih jelas dan tidak memicingkan mata lagi saat memandang sesuatu.

 

sumber:http://id.she.yahoo.com/bermain-tetris-bisa-sembuhkan-amblyopia-030000371.html

Biar tidak pikun,dengarkan musik sebelum tidur

Anda suka mendengarkan musik? Ada kabar gembira untuk Anda. Mendengarkan musik ternyata tidak hanya baik untuk merelaksasi diri setelah seharian beraktivitas, tetapi juga baik untuk meningkatkan memori otak Anda.

Biar-Tidak-Pikun-Dengarkan-Musik-Sebelum-Tidur

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Tubingen, Jerman, menyebutkan bahwa musik dapat memberikan stimulasi auditori pada intensitas rendah yang pada akhirnya dapat meningkatkan memori otak.

Sebanyak 11 orang partisipan terlibat dalam penelitian ini. Para partisipan di tes pada malam yang berbeda, kemudian penelitian dilakukan di saat partisipan diberikan rangsangan suara buatan.

Pada saat rangsangan suara tersebut diberikan dan para partisipan terstimulasi dengan baik, maka getaran otak partisipan mulai menyesuaikan dengan ritme suara yang diberikan. Hasilnya, para partisipan menjadi lebih baik dalam mengingat kata-kata yang dipelajari sebelumnya.

Dr Jan Born salah satu peneliti dari University of Tubingen, Jerman, mengatakan, “ ini adalah keindahan dan kesederhanaan mengapliaksikan stimulasi auditori dengan intensitas rendah dibandingkan stimulasi elektrik. Sekaligus menjadi gambaran bahwa kesederhanaan alat yang digunakan pada lingkungan klinis dapat digunakan untuk meningkatkan ritme tidur.”

Penelitian yang telah dipublikasikan secara online dalam Jurnal Neuron di Cell Press ini membuktikan bahwa mendengarkan musik yang lembut dan mengayun dapat meningkatkan memori pada otak bahkan ketika orang tersebut sedang tidur.

 

sumber:http://id.she.yahoo.com/biar-tidak-pikun-dengarkan-musik-sebelum-tidur-070027931.html